Showing posts with label 17 pulau riung. Show all posts
Showing posts with label 17 pulau riung. Show all posts

Friday, June 10, 2011

Riung, Surga Kecil di utara Flores.



Desir ombak terdengar lembut di telinga. Aroma laut semerbak memenuhi paru. Hamparan pantai pasir putih di lautan dangkal memanjakan mata para wisatawan. Hmmm..surga kecil itu bernama Riung, yang terletak di sisi sebelah utara pulau Flores.

Tak bosan-bosan mata kami terus memandang gugusan 17 pulau berjajar di perairan Riung. Rasa penasaran kami semakin menjadi, saat kami mulai menaikki perahu bertenaga diesel untuk menyusuri pulau-pulau itu. Saat itu pagi hari yang cerah. Matahari berpihak pada kami rupanya.

Sepanjang perjalanan kami dapat melihat bentangan horison biru yang sangat luas, dengan ombak-ombak kecil menggulung di antaranya. Selain itu di perairan laut dangkal dengan air yang jernih ini kami juga dapat melihat batu-batu karang di dasar laut, yang semakin membuat kami tidak sabar untuk segera berjibaku dengan lautan, supaya dapat melihat taman laut perairan Riung lebih dekat.

Di gugusan kepulauan Riung ini terdapat 2 pulau besar yang biasa disinggahi para wisatawan. Entah itu hanya sekedar untuk foto-foto ataupun bersantai dan menikmati keindahan alam Riung lebih lama. Pulau yang pertama adalah Pulau Kelelawar. Pulau ini dihuni oleh ratusan kelelawar. Mereka hidup di pohon-pohon bakau di sepanjang pantai. Kelelawar-kelelawar ini tidak menyerang manusia. Mereka hanya memakan buah-buahan yang mereka dapatkan dari daratan Riung dan sekitarnya.

Kemudian yang kedua adalah Pulau Rutong. Pulau kecil tak berpenghuni dengan hamparan pasir putih yang halus ini merupakan tempat singgah favorite para wisatawan. Di sekitarnya terdapat taman laut yang sangat indah.

perkampungan nelayan di Riung



Jalan masuk ke dermaga Riung

dermaga Riung


suasana dermaga Riung


Pulau Kelelawar, Riung


Taman Laut di Pulau Rutong

Pulau Rutong, Riung









Wednesday, June 8, 2011

Long trip, long weekend



Flores. Pulau yang menyimpan banyak keindahan. Tapi sayang masih banyak pihak yang belum mengetahuinya. Sebenarnya ada dua sisi yang berlawanan mengenai keindahan alam di pulau ini. Satu sisi, saya sangat ingin memberitahukan kepada khalayak mengenai keindahan itu. Di sisi lain, saya tidak rela jika banyak pihak yang mengeksploitasi alam flores, sehingga dapat merusak keindahan dan ekosistem alamnya. Seperti buah simalakama, bukan?
Sebenarnya apa yang saya takutkan itu bisa saja di hilangkan atau paling tidak diminimalisasi. Semua berawal dari kesadaran diri kita sendiri. Apabila kita mau menjaga serta melestarikan alam Indonesia ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menempatkan barang pada tempatnya, secara otomatis aset pariwaisata kita akan terbebas dari tangan-tangan jahil. Kalau tidak kita, siapa lagi?

Awalnya hanya untuk menghabiskan waktu liburan panjang di perantauan, tetapi saya sekarang menjadi ketagihan untuk mengulangnya kembali....


Long trip, long weekend. Kali ini kami, tim jalan-jalan santai Maumere merencanakan untuk melakukan perjalanan lintas flores ke 17 Pulau Riung. Awalnya hanya untuk menghabiskan waktu liburan panjang di perantauan, tetapi saya sekarang menjadi ketagihan untuk mengulangnya kembali....hehe.. Dengan biaya seadanya dan semangat nekat kami berangkat. Pemberhentian pertama di kota Ende. Di sana kami istirahat sejenak untuk makan siang, sholat Dzuhur, mengisi bahan bakar dan menyiapkan stamina yang lebih lagi. Karena perjalanan yang sebenarnya adalah selepas dari Ende. Kanan-kiri jurang, hutan belantara, aspal sobek, tanjakan di atas 45°, tidak ada penerangan jalan umum, jalanan sempit, dan banyak hewan ternak menyeberang jalan sembarangan. Terdengar fantastis, bukan?